Intim Lima Menit Bersama Lea Simanjuntak

Penyanyi bersuara sopran, Lea Simanjuntak, seakan tidak pernah berhenti membanggakan Indonesia. Karena sekitar awal September mendatang, ia dan musisi legendaris, David Foster, akan mengadakan konser di Polandia.

Sebelumnya, Lea dan Foster sudah pernah berkolaborasi dalam festival musik Java Jazz 2016.

Ternyata kolaborasi di panggung itu membuat Foster terkesan, lalu mengajak Lea untuk mendampinginya dalam konser yang digagas oleh pengusaha Peter F. Gontha itu.

"Tak hanya menghibur masyarakat Indonesia yang tinggal di sana, kami juga akan menghibur masyarakat internasional yang ada di sana. Konsep konsernya terhitung megah dan resmi," kata Lea, saat diwawancara oleh CNNIndonesia.com pada Selasa (17/8).

Konser Lea di Polandia tentu saja mencatat sejarah bangsa yang membanggakan, apalagi berdekatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 yang akan jatuh pada Rabu (17/8).

Walau tidak banyak membawakan lagu Indonesia, namun Lea berjanji untuk tampil maksimal, demi usaha mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

"Saya akan berusaha tampil dengan maksimal, sehingga masyarakat di sana bisa mengetahui kalau ternyata musisi asal Tanah Air juga bisa diperhitungkan," ujar Lea sambil tersenyum.

Masih dalam suasana hari kemerdekaan, CNNIndonesia.com lalu berbincang banyak dengan Lea mengenai pandangannya terhadap Indonesia.

Baginya, menjadi warga negara yang baik dan membanggakan sudah menjadi sumbangan yang berarti, yang sangat mungkin dilakukan oleh anak muda di zaman sekarang.

"Tidak perlu sampai menjadi Ketua RT atau apalah… Bersikap baik dan menjadi inspirasi bagi sesama, apalagi sampai menorehkan prestasi yang membanggakan, sudah merupakan aksi nyata mencintai negara," kata Lea.

Salah satu yang dianggap Lea berhasil melakukan itu ialah atlet olahraga, apalagi yang bisa membawa pulang penghargaan dari pertandingan kelas dunia.

"Atlet ialah sosok pahlawan bangsa di masa kini. Mereka pergi ke kejuaraan, bertanding habis-habisan, demi membawa pulang kemenangan. Aksi heroik mereka sangat perlu diapresiasi," ujar Lea.

Usia 71 tahun bukan lagi usia yang terbilang muda, begitu juga dengan Indonesia. Sedikit mengibaratkan, Lea merasa kalau Indonesia sudah seperti kakek tua yang perlu banyak menjalani "perawatan kesehatan" agar tetap sehat walafiat.

Bukan berarti Lea merasa pesimis dengan perkembangan negara, namun ia ingin agar anak-anak muda membantu membenahi ketidakteraturan yang masih membebani sang kakek tua bernama Indonesia ini.

"Kita memiliki banyak kebebasan, dari memilih sampai menjalani sesuatu, di Indonesia. Ada baiknya, kalau anak muda bisa memanfaatkan kebebasan itu untuk membuat sebuah perubahan demi masa depan negara yang lebih baik," ujar Lea menutup pembicaran.

Source: CNN Indonesia